Senin, 09 November 2020

Mengenal Depresiasi, Faktor yang Memengaruhi Nilai Mobil

 

Mobil Bekas

Secara sederhana, depresiasi merupakan selisih harga mobil saat Anda membeli dengan saat Anda menjualnya kembali. Beberapa faktor penyebabnya adalah usia kendaraan, jumlah kilometer, merek mobil, tingkat kelayakan, dan lain sebagainya (Finder.com). Semua mobil, baru maupun bekas, tentu akan mengalami depresiasi seiring bergantinya tahun. Namun, mobil bekas akan lebih menguntungkan ketika dijual         karena persentase penyusutannya lebih kecil daripada mobil baru. Tak ayal, sebagian konsumen lebih memilih untuk membeli kendaraan second, dan mencari referensi harga mobil bekas di Mocil.

Untuk tahu bagaimana depresiasi memengaruhi nilai kendaraan serta bagaimana cara mengatasinya, simak ulasan lengkapnya berikut.

Siklus depresiasi mobil baru dan bekas

Mengutip situs Finder, sebagian besar mobil baru langsung kehilangan sektiar 10% nilainya saat dikendarai meninggalkan dealer. Artinya, jika Anda membeli mobil seharga Rp300 juta, nilai kendaraan tersebut ‘tersisa’ Rp270 juta ketika ia melaju di jalan. Pun jika di hari yang sama Anda ingin menjualnya kembali ke dealer, harga belinya tak akan lebih dari Rp270 juta. Inilah tahap pertama depresiasi.

Di akhir tahun pertama pemakaian, mobil baru akan kehilangan 10-20% nilainya lagi. Untuk tahun-tahun selanjutnya, nilai mobil tersebut akan turun sekitar 15-25% per tahun. Di tahun kelima, mobil itu kurang lebih sudah kehilangan 60% nilai belinya.

Di sisi lain, mobil bekas tidak mengalami depresiasi di tahun pertama pembelian. Pasalnya, kendaraan second tidak melewati fase perubahan harga eceran ke grosir seperti pada mobil baru. Untuk itulah, Anda bisa menghemat sekitar 20-30% jika Anda membeli mobil bekas yang berumur satu tahun. Selepas tahun pertama, penyusutan pada mobil bekas rata-rata berkisar 17,5%. Hal ini tentu saja membuat kehilangan total nilai kendaraan tersebut akan lebih kecil dibanding kendaraan baru.

Cara mempertahankan nilai kendaraan

Seperti yang sudah disinggung di paragraf pembuka, depresiasi pada sebuah aset—seperti mobil—pasti akan terjadi. Artinya, hal ini tidak akan bisa Anda hindari—namun bisa disiasati. Lalu, bagaimanakah cara menyiasatinya?

Dikutip dari laman Finder, beberapa hal yang dapat meminimalisir laju depresiasi pada kendaraan Anda adalah:

·         Perawatan kendaraan yang teratur,

·         Pemeliharaan kebersihan,

·         Pengontrolan jumlah kilometer agar tetap minim,

·         Penggunaan yang baik saat dikendarai, dan lain-lain.

Demikianlah ulasan tentang depresiasi kendaraan dan cara untuk meminimalisir lajunya. Semoga informasi di atas bermanfaat, ya.

Sumber:

https://www.finder.com/what-is-car-depreciation

 

0 komentar:

Posting Komentar