Rabu, 27 Mei 2020

Menyelami Indahnya Tolong-Menolong dengan Konsep Sharing of Risk


Menyelami Indahnya Tolong-Menolong dengan Konsep Sharing of Risk

Kehadiran asuransi semakin menunjukkan angka kemajuan, dan menjadi instrumen andalan perekonomian. Perusahaan asuransi turut meluncurkan produk yang menarik perhatian konsumen. Masyarakat mulai menyadari pentingnya asuransi sebagai perlindungan dari berbagai macam resiko. Hal tersebut yang menyebabkan jumlah pengguna asuransi mulai menjamur belakangan ini. Bahkan beberapa produknya sudah menyesuaikan perkembangan zaman #AwaliDenganKebaikan.

Prinsip Syariah Islam Tanpa Riba
Perkembangan industri asuransi semakin menunjukkan signifikansi, dan mendukung proses pembangunan nasional. Kontribusi perusahaan asuransi cukup besar dalam menumpuk dana jangka panjang, yang kemudian digunakan sebagai dana pembangunan oleh pemerintah. Perusahaan asuransi selalu memberikan pelayanan proteksi kepada masyarakat, atas berbagai resiko kerugian yang bisa saja menimpa sewaktu-waktu.

Tidak hanya asuransi konvensional yang mengalami pertumbuhan, produk asuransi syariah Indonesia pun ikut bertumbuh. Meskipun langkah pertumbuhannya terbilang lambat, namun perlahan masyarakat mulai menyadari keberadaannya. Sama halnya seperti Andre yang baru menyadari pentingnya konsep syariah, untuk setiap tindakan proteksi yang diambilnya. Karena jelas diterangkan dalam Al-Quran dan Hadits tentang larangan riba di kehidupan.

Kisah Andre berawal ketika Ia bertemu dengan seorang teman, yang saat itu usahnya mengalami gulung tikar. Teman Andre kala itu memiliki usaha pinjaman kecil-kecilan untuk masyarakat, yang tidak mampu berhutang di perbankan besar. Dalam ekonomi sistem kredit tersebut disebut dengan bank thithil, dengan jumlah angsuran yang kecil. Masyarakat sekitarnya diajak untuk menabung dengan jumlah yang kecil, kemudian uang diputar dalam bentuk pemberian kredit.

Kasus bank thithil memang marak terjadi di masyarakat, terutama petani dan pedagang kecil. Teman Andre sudah menjalankan bisnis riba selama bertahun-tahun, dan terus menumpuk kekayaan. Ia tidak pernah mengira bahwa harta yang didapatkannya berasal dari produk haram, dan tidak diperbolehkan dalam syariat Islam. Hingga suatu hari teman Andre mengalami gulung tikar dan hartanya terkuras habis, bahkan tidak tersisa sedikitpun.

Dari kejadian tersebut Andre belajar bahwa sesuatu yang mengandung riba, jatah sejahteranya tidak berlangsung lama. Andre akhirnya melakukan refleksi diri dan menimbang mana saja hartanya, yang masih mengandung riba. Hingga Andre menemukan bahwa Ia dan keluarga masih menggunakan ekonomi konvensional. Esok harinya Ia langsung menghubungi pihak perusahaan asuransi, dan menjual semua polis asuransinya.

Menciptakan Rasa Tenang dan Terlindungi
Setelah berdamai dengan diri sendiri Andre mulai mempelajari konsep syariah, dan menemukan produk proteksi halal. Programnya menawarkan tolong-menolong tanpa membebani salah satu pihak, jika terjadi untung-rugi ditanggung secara bersama. Produk asuransi ini memberikan perlindungan yang menciptakan rasa tenang dan aman. Hal tersebut dibahas dalam surat Al-Quraisy ayat 106, yang intinya syariat Islam akan melindungi diri dari ketakutan.

Andre pun mulai bergabung dengan asuransi syariah yang menawarkan konsep sharing risk, dimana kerugian ditanggung bersama. Disini perusahaan asuransi syariah Indonesia hanya sebagai pihak pengelola dana, dan saksi atas terjadinya kesepakatan beberapa pihak. Produk asuransi yang ditawarkan memberikan nuansa sosial, dan tidak menonjolkan sisi profit oriented.

Perusahaan mengedepankan aspek tolong-menolong sebagai dasar utama dalam praktiknya. Mereka menggabungkan visi sosial dan visi ekonomi yang mengantarkan produk, menjadi penggerak perekonomian Indonesia. Nasabah diajak untuk berinvestasi dalam bentuk tabarru’, melalui akad yang disepakati sesuai syariah.

Kehadiran asuransi cukup mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia, karena inklusi keuangan berjalan dengan baik. Apalagi penerapan konsep syariah yang semakin membuat ekonomi unggul, dan mendatangkan kesejahteraan bersama. Produk asuransi syariah mengenalkan nasabah pentingnya tolong-menolong dalam kehidupan. Dalam praktiknya konsep sharing risk menjadi andalan, diamana kerugian ditanggung bersama.
Allianz Blog Contest